Sejarah Desa

Awal sejarah desa Barakati dimulai pada tahun 1999 yakni terjadi perundingan antara dua desa untuk membentuk Desa Pemekaran yakni Desa Iluta dan Desa Bua. Kemudian pada tahun 2000 terbentuklah Desa Persiapan yang diambil dua dusun dari Desa Bua yakni Dusun Hungayo dan Dusun Botuhuwayo, sedangkan dari Desa Iluta diambil 3 dusun yakni Dusun Olibou, Dusun Bontula dan Dusun Bulalo, setelah itu pada tahun 2002 terjadi pemekaran Desa dan terbentuknya Desa Barakati.

Pada tahun 2003 penunjukan Kepala Desa Barakati yakni Bpk. Husen Poha dan Kantor Desa sementara di Rumah penduduk. Untuk pemilihan Kepala Desa Definitif yang pertama secara demokratis terpilih yakni Bapak Muksin A. Musa dan sebagai kerja perdana Kepala Desa terpilih mengadakan Sunatan Massal di depan kantor Desa Barakati dan mengadakan nonton layar tancap di pasar panipi. Tahun 2005 Kepala Desa mengundurkan diri pada bulan Mei tahun 2005 dan penjabat Kepala Desa dari pegawai Kantor Camat Batudaa yakni Bapak Roni Monoarfa, S.Pd, selang beberapa bulan tepatnya pada bulan September tahun 2005 penjabat Kepala Desa mutasi ke Limboto dan sebagai gantinya yang menjabat Kepala Desa dari pegawai Kantor Camat Batudaa yakni Bapak Fadli Poha, SE. Setelah berakhirnya masa jabatan Kepala Desa Barakati pada bulan Juli tahun 2012 maka diadakan pemilihan Kepala Desa secara demokratis dan Kepala Desa yang terpilih yakni Bapak Nuryadin Jercy Badaru.

Berdasarkan Peraturan Daerah No. 3 tahun 2002 tentang Pembentukan, Penghapusan, Penataan Desa dan Penggabungan Desa, maka kesempatan ini adalah sesuatu yang luar biasa. Sepertiga penduduk Desa Iluta yang terletak di bagian barat dan hampir setengah penduduk Desa Bua terletak di bagian timur, yang pada umumnya pencaharian masyarakat adalah petani, buruh tani, nelayan dan sebagian kecil PNS. Apalagi dusun yang terletak di perbukitan, kehidupan alamnya nyaris tenang, damai, meskipun masyarakatnya hidup dengan penuh kesederhanaan. Rata-rata penduduk hanya sebagai buruh tani dan petani ladang, selain keterbatasan pengetahuan menjadikan kehidupan masyarakatnya semakin lengkap dengan kekurangan optimalan dalam hal pendidikan maupun kesehatan.

Dengan adanya kesempatan inilah tokoh-tokoh masyarakat dan stecholder memberi kontribusi pengetahuan yang sangat luas bagi masyarakat, menggali potensi masyarakat sebelumnya selalu hidup dengan keterbatasan, maka untuk mewujudkan peningkatan pengetahuan dan perubahan hidup maupun perilaku serta kesadaran masyarakat dengan tercetusnya ide untuk mendirikan sebuah Desa.

Pada tahun 2002 merintis Pemekaran Desa sesuai dengan UU NO. 11 tahun 1950 tentang Pemekaran Desa, dan menyusun Administrasi, Persyaratan diajukan ke tingkat Kecamatan dan tingkat Kabupaten. Pada awalnya Desa Barakati pemekaran dari 2 (dua) Desa yakni Iluta dan Bua. Perencanaan awal terbentuknya Desa Pemekaran itu diberi nama Desa Panipi. Namun atas masukan dari tokoh-tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, bahwa nama Panipi tidak bisa karena nama Panipi itu nama Raja pada zaman dulu. Setelah berembuk maka tercetuslah ide nama Desa diambil dari nama mata air yang tidak pernah kering meskipun musim kemarau berkepanjangan yakni Taluhu Barakati yang artinya Air yang membawa berkah. Taluhunya tidak dipakai, namun Barakati saja yang cocok dan singkat. Barakati artinya Berkah. maka tercetuslah motto “Membangun Keluarga Sejahtera Yang Bersatu Dalam Suasana Gotong Royong, Damai dan Saling Menghargai”.

 

 

Facebook Comments